In Literasi TIK

Meningkatkan Keamanan dengan Memberlakukan Kunci Pintu Otomatis Menggunakan Sistem RFID CARD

Meningkatkan Keamanan dengan Memberlakukan Kunci Pintu Otomatis Menggunakan Sistem RFID CARD
     Pengertian dari sistem RFID CARD
RFID adalah singkatan dari Radio Frequency Identification. RFID adalah sistem identifikasi tanpa kabel yang memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan seperti barcode dan magnetic card seperti ATM. RFID kini banyak dipakai diberbagai bidang seperti perusahaan, supermarket, rumah sakit bahkan terakhir digunakan dimobil untuk identifikasi penggunaan BBM bersubsidi.
Ide untuk  membuat artikel muncul ketika beberapa saat yang lalu ada pergantian sistem absensi di tempat saya bekerja dari barcode ke RFID. Proses absen yang semula gesek-menggesek sekarang menjadi tempel-menempel dan bahkan bisa cukup dengan pandang-memandang tanpa harus bersentuhan. Kok bisa? Hal ini karena RFID menggunakan sistem radiasi lektromagnetik untuk mengirimkan kode (tag).
Sistem Kunci Pintu dengan RFID CARD
RFID telah dikenal sejak tahun 1940-an, namun baru pada saat sekaranglah dapat dicapai perkembangan yang pesat menjadi teknologi murah dan efektif untuk digunakan di berbagai bidang. RFID atau Radio Frequency Identification, adalah sebuah sistem identifikasi melalui frekuensi radio dengan melibatkan perangkat keras yang dikenal sebagai interogator atau pembaca dan tag , juga dikenal sebagai label , serta perangkat lunak atau RFID middleware RFID. Sebagai metode pengidentifikasian obyek maka RFID dapat digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti bernama RFID tag atau transponder.
RFID merupakan salah satu teknologi dari sistem pengindentifikasian suatu objek secara otomatis(Auto ID) selain barcode Optical character Recognition(OCR), biometric, dan Smartcard (Finkenzeller,2003). Berbagai pengindentifikasian tersebut telah banyak membantu dalam berbagai bidang pengidentifikasian objek yang dapat dikembangkan dan diterapkan.
Ada empat macam RFID tag yang sering digunakan bila dikategorikan berdasarkan frekuensi radio, yaitu:
·      Low frequency tag (antara 125 ke 134 kHz)
·      High frequency tag (13.56 MHz)
·      UHF tag (868 sampai 956 MHz), UHF tag tidak bisa digunakan secara global, karena tidak ada peraturan global yang mengatur penggunaannya.
·      Microwave tag (2.45 GHz)
Gambaran Singkat Bagaimana Cara RFID terhadap Kunci Pintu Otomatis menggunakan PICC (Proximity Integrated Circuit Card).
·      Pengguna menscan kartu PICC dengan cara mendekatkan kartu ke alat pembaca RFID,
·      Alat pembaca RFID akan mendeteksi nomor identitas kartu PICC yang disebut UID, jika UID sesuai, maka lampu akan berubah menjadi warna hijau dan kunci pintu (menggunakan servo) akan terbuka, sedangkan jika kartu PICC yang discan tidak sesuai dengan yang kita program, lampu akan berubah merah, buzzer akan berbunyi kencang dan kunci tidak akan terbuka.
·      Setelah delay selama 2500ms (2,5 detik), pengunci akan ke posisi semula, kunci akan kembali ke posisi terkunci dan lampu akan berubah menjadi warna biru.
Suatu sistem RFID dapat terdiri dari beberapa komponen, seperti tag, tag reader, tag programming station, circulation reader, sorting equipment dan tongkat inventory tag. Keamanan dapat dicapai dengan dua cara. Pintu security dapat melakukan query untuk menentukan status keamanan atau RFID tag-nya berisi bit security yang bisa menjadi on atau off pada saat didekatkan ke reader station. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable, yang dinamakan tag, dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain sebagainya.
Penggunaan RFID untuk maksud tracking pertama kali digunakan sekitar tahun 1980 an. RFID dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya dalam men-tracking atau melacak object yang bergerak. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka teknologi RFID sendiripun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
Dalam suatu sistem RFID sederhana, suatu object dilengkapi dengan tag yang kecil dan murah. Tag tersebut berisi transponder dengan suatu chip memori digital yang di dalamnya berisi sebuah kode produk yang sifatnya unik. Sebaliknya, interrogator, suatu antena yang berisi transceiver dan decoder, memancarkan sinyal yang bisa mengaktifkan RFID tag sehingga dia dapat membaca dan menulis data ke dalamnya. Ketika suatu RFID tag melewati suatu zone elektromagnetis, maka dia akan mendeteksi sinyal aktivasi yang dipancarkan oleh si reader. Reader akan men-decode data yang ada pada tag dan kemudian data tadi akan diproses oleh komputer.
RFID tag yang aktif, di sisi lain harus memiliki power supply sendiri dan memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh. Memori yang dimilikinya juga lebih besar sehingga bisa menampung berbagai macam informasi di dalamnya. Sampai tulisan ini dipublikasikan, ukuran terkecil dari RFID tag yang aktif ini ada yang sebesar koin. Jarak jangkauan dari RFID tag yang aktif ini bisa sampai sekitar 10 meter dan dengan umur baterai yang bisa mencapai beberapa tahun lamanya. RFID tag yang pasif harganya bisa lebih murah untuk diproduksi dan tidak bergantung pada baterai. RFID tag yang banyak beredar sekarang adalah RFID tag yang sifatnya pasif.
    Penerapan Sistem RFID CARD pada Asrama Telkom University
Setelah memberlakukan RFID Card pada Asrama Telkom University, RFID Card ini dipergunakan untuk membuka dan mengunci pintu kamar asrama serta sebagai akses masuk kedalam ruang menjemur pakaian asrama.
Ø   Berikut adalah tata cara menggunakan RFID Card:
1.      Mahasiswa datang ke meja helpdesk untuk mengambil RFID Card
2.      Mahasiswa mengisi data di buku helpdesk
3.      Tempelkan RFID Card pada RFID Reader yang terletak di sebelah pintu kamar asrama/ruang menjemur asrama untuk membuka akses
4.      Kembalikan RFID Card kepada helpdesk setelah selesai digunakan
Ø   Untuk memperketat keamanan, berikut adalah aturan menggunakan RFID Card Asrama Telkom University:
1.      Mahasiswa dilarang membawa RFID Card keluar asrama
2.      Mahasiswa dilarang merusak perangkat RFID
3.      Mahasiswa dilarang menduplikasikan RFID Card
4.      Mahasiswa hanya dapat menggunakan RFID Card pada jam 06.00 – 22.00
Apabila mahasiswa melanggar peraturan peraturan yang tertera diatas, maka mahasiswa akan diberikan hukuman sesuai peraturan yang dibuat oleh Telkom University.

sumber:
klik ajo 

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar